Pages

Senin, 19 Desember 2011

Pelajaran Hidup Hari Ini

Jam dinding menunjukkan pukul 13.00 WIB. Saya masih setia di depan komputer, udara siang semakin gerah kurasakan. Ac yang menyala tak membawa pengaruh suhu ruangan menjadi dingin. Saat aku menikmati Blog walking di blog para sahabat yang telah lama tak kukunjungi tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan masuklah seorang pria dengan memakai tongkat. Dan ternyata si bapak juga membawa keset yang terbuat dari kain perca yang dibuat sendiri.

Selang beberapa menit sebelum si bapak bicara si bos menyuruh saya memberikan uang kepada si bapak. Uang diterima si bapak, disertai dengan memberikan keset itu sebanyak 3 buah. Bapak penjual keset itu kemudian keluar minta diri. Saya terkejut, banyak sekali keset yang diberikan, karena bila dibandingkan dengan uang yang saya berikan tak seberapa. Kemudian teman-teman kantor menyuruh saya untuk mengembalikan sebagian keset itu ke si bapak tadi.

Dengan perasaan tak menentu dan setengah bingung saya kembalikan akhirnya sebagian keset ke bapak itu. Namun saya terkejut karena si bapak tak mau menerima kesetnya kembali, si bapak bercerita ke saya biar dagangannya cepet habis. Saya bertanya ke bapak itu dimana rumahnya. Si bapak menjawab kalau rumahnya di daerah Mantingan. Mendengar jawaban itu saya terpekur, jauh sekali ternyata. Mantingan Madiun bukan jarak yang dekat, Mantingan merupakan daerah perbatasan antaran Jawa Timur dengan Jawa Tengah.

Dalam hati saya bergumam. Inilah sebuah perjuangan...tanpa kaki sebelah dengan bertopang hanya pada tongkat si bapak tak menyerah untuk mencari uang untuk menghidupi keluarganya dengan menjual keset hasil anyaman sendiri. Hebatnya si bapak tidak mau hanya menengadahkan tangan saja, tapi memberikan imbalan dengan memberikan keset yang nilainya jauh dari uang yang disodorkan kepadanya.

Jauh sekali dengan si bapak yang pagi-pagi tadi datang. Dengan wajah sumringah membuka pintu ruangan dan dengan jelas berucap “Bapak, Ibu kulo Nyuwun Arto “(Bapak Ibu saya minta uang), membuat aku terhenyak akan keterus terangannya.., kupandangi si bapak itu masih segar bugar tanpa ada cacat sedikitpun di tubuhnya.

Alloh telah memberikan pelajaran yang benar-benar berharga kepada saya hari ini. Sungguh perbandingan yang sangat luar biasa. Pelajaran tentang perjuangan, keiklasan dan kesabaran. Ya Alloh semoga engkau berikan rizki kepada orang-orang yang berada dijalan-MU dan Engkau berikan kesadaran kepada orang-orang yang lalai. Dan jadikanlah aku selalu orang yang selalu bersyukur akan nikmat yang Engkau berikan. Amin.....

### Semoga para sahabat blogger juga menemukan pelajaran berharga hari ini....

Share

13 komentar:

NURA mengatakan...

asalamualaikum
kenyataan hidup mba,
sering orang yang nasibnya belum beruntung seperti bapak penjual keset tersebut bila dibandingkan dengan diri kita tetapi dia lebih berhati derma pada orang lain.

Hariyanti Sukma mengatakan...

emang sich ada yg sehat bugar tak kurang apaun tapi dia kehilangan harga diri, sehingga dia tak malu2 menadahkan tangannya kemana-mana, dia menghinakan dirinya , tapi ...ada yang tak sempurna secara fisik, namun memiliki harga diri yg tinggi, org spt ini tak mau tangannya menadah ... meminta2

Nyitnyit mengatakan...

Nura > wa'alaikumsalam..betul apa yg mbak nura bilang yg kekurangan lebih memberi drpd yg berlebih...
Sukma > mbak sukma makasih sudah mampir kesini...semoga kita menjadi orang yang selalu memberi mbak amin....

pitzputz mengatakan...

aku inget sama bapak yang satu itu, dulu sekali pernah mampir di kantor ku, persis sama, dia ga mau nrima uang cuma-cuma, akhirnya kami beli kesetnya, dan dengan memaksa kami minta dia terima uang kembaliannya :-D

hahay, selamat datang kembali mbak :-D

Nyitnyit mengatakan...

wah iya tho pitz....masalahnya baru kemarin masuk kantor aku..kemarin qt juga ngasih uang tambahan akhirnya dengan sedikit memaksa....

Popi mengatakan...

yang seperti ini justru yg harus kita hargai ya? karena mereka bukan pengemis, tp mereka menjual hasil karya. Salam kenal..

Nyitnyit mengatakan...

iya mbak popi....salam kenal balik..makasih sudah berkunjung ke sini mbak

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

terima kasih sudah berbagi pelajaran mbak

rusydi hikmawan mengatakan...

semua pasti ada hikmahnya. kata istri saya, Allah itu maha adil

Adjie Enterprise Shoting mengatakan...

Sukses buat Mbakq tersayanq

Outbound Malang mengatakan...

Allah memang maha adil b..
salam kenal..

catatan kecilku mengatakan...

Sudah 'bangun' ya..? hehehe

Oh ya, aku ingat, ketemu bapak itu waktu aku keluar dari mushola.

Nyitnyit mengatakan...

terima kasih semua yg sudah berkunjung ke sini dan meninggalkan jejak....

Posting Komentar

Mohon maaf jika komentar yang shobat tulis harus saya moderasi, Namun saya mohon sudi kiranya untuk meninggalkan komentar di postingan saya ini....

 
Copyright 2009 Tarian Jemari. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase