Pages

Selasa, 27 Desember 2011

Boyongan

Akhir Tahun 2011 benar-benar membuatku sibuk. Libur natal yang semula ingin kubuat rekreasi bersama suamiku dan risma jadi gATot. Tahun 2007 silam saya dan suami saya mengikat hati kami dalam sebuah pernikahan. Berawal dari pernikahan itulah akhirnya kami memutuskan untuk segera mengontrak rumah lepas dari orang tua. Kami ingin mandiri dan belajar menjalani kehidupan ini sendiri tidak bergantung dengan orang tua. Alhamdullilah acara kontrak mengontrak rumah itu terlaksana setelah berliku-liku mencari kontrakan yang kami idam-idamkan.

Namun, tiba-tiba saya dan suami harus meninggalkan kontrakan rumah saya karena kondisi kontrakan rumah saya sudah mengkhawatirkan. Sebenarnya kami bermaksud untuk membeli rumah yang kami kontraki. Tapi oleh pemiliknya nggak dijual katanya buat infestasi. Padahal saya dan suami berkali-kali mengutarakan niat kami untuk membeli rumah itu kepada pemiliknya kalau saya dan suami berkunjung tempat beliau. Nasib memang belum berpihak kepada kami. Yang punya rumah tetap tak mau menjualnya.


Sudah selama 4 tahun kami mengontrak dirumah itu. Rumah yang kami kontrak’i ternyata mengalami kerusakan secara bertahap. Maklumlah bangunan itu kayumya sudah lama, bahkan sebagian sudah mulai lapuk. Belum lagi sudah banyak kayu yang dimakan rayap. Rumah perumnas biasanya kayu yang digunakan bukan jati jadi mudah sekali dimakan rayap. Si pemilik rumah belum pernah mengganti sama sekali kayu rumah tersebut. Kayu yang saat ini digunakan adalah kayu dari pengembang waktu pertama kali perumnas itu dibuat.

Alhasil dari kekeroposan kayu tersebut akhirnya beberapa minggu yang lalu, sewaktu saya pulang dari kantor saya lihat penutup atap saya menggelemmbung. Saya laporkan pada suamiku yang saat itu masih bekerja. Besoknya ternyata kayu pengangga yang di pinggir (entah itu namanya apa) keropos dan sebagian sudah jatuh ke penutup atap. Selang tak berapa lama pada malam hari saya mendengar bunyi krakkkkk…..keras sekali. Besoknya sama suami dilihat ternyata Penyangga genteng (Blandar) rumahnya patah karena tak kuat menahan penutup atap sama gentengnya.

Hujan yang beberapa hari ini turun makin memperparah kondisi rumah tersebut. Setelah berdiskusi dengan suami akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke rumah ortu dulu. Daripada bertahan di kontrak’an nanti mengkhawatirkan kalau sewaktu-waktu roboh rumah itu. Sebenarnya masa waktu kontrak’an kami belum habis. Namun mau bagaimana lagi rumah sudah mengkhawatirkan dan akhirnya hari Kamis besok saya harus pindah rumah alias boyongan lagi deh ke rumah ortu…..

Selama 3 hari ini kami beres-beres dan mulai packing. Duh ternyata lumayan banyak juga barang-barang yang kami kumpulkan selama 4 Tahun. Dulu sewaktu awal kontrak hanya almari 1, 1 set kursi dan tempat tidur ehh…koq ini jadi buanyak. Capek kali nie badan rasanya. Libur panjang buat istirahat rencana mau rekreasi sama suami dan risma gak jadi deh. Dan belum ditambah lagi akhirnya saya harus mengajukan cuti untuk acara boyongan rumah….besok KAMIS…..

Yach..itulah hidup jalani aja ya…mohon doa-nya teman-teman acara boyongan rumahnya sukses…oh iya tak lupa saya sampaikan terima kasih pula sama Pitz yang sewaktu dulu membantuku berjuang sewaktu pertama kali mengontrak rumah. Tak akan pernah kulupa perjuangan itu shobat..thank a lot Pitz…oh iya doakan juga ya teman-teman bisa di segerakan punya rumah sendiri..aamiin….


Share

10 komentar:

ketty husnia mengatakan...

amin..kudoakan ya mbak segera punya rumah baru..kami pun berharap demikian..sama seperti mbak, bisa mandiri dan pisah dari ortu :)

Shireishou mengatakan...

smoga acara boyongannya sukses yah
kondisinya emank sudah harus boyongan meski ribet. ganbatte

Ay Ay mengatakan...

wah...kalo deket ya aku bantuin deh..asli :D
met boyongan yaaaaaaaakkk...

*eniwei, thx komennya di "Rindu Anugerah" ku :)

Ririe Khayan mengatakan...

Semoga acara pindahan rumah / boyongannya lancar, meski capek tentunya. Pindah kost saja ribet, apalgi pindahan rumah, tentu lebih heboh. YUkk, semnagatttt...

Irly mengatakan...

Amiinn...Semoga lancar jaya selama dirumah ortu, cepet dapet naungan juga :)

rusydi hikmawan mengatakan...

alhamdulillah udah boyongan semoga dapet tempat yang layak dan bagus untuk keluarga. semoga sehat selalu bunda

pitzputz mengatakan...

Mbakkk...sory baru mampir, huhuhu...ternyata kita sama dan sebangun ya? sama2 pernah merasakan hidup sendiri, eh akhir2nya teteub aja balik ke rumah ortu :-( ah tapi gapapa wis, yang penting dirimuh sehat, selamat. tak doakan nanti keinginan punya rumah sendirinya bisa cepet tercapai ya?? #bighug

Gaphe mengatakan...

waa ngeri juga yah kalo masih ngotot tinggal di rumah yang sudah pada keropos itu.. cari amannya mending boyongan ke rumah yang lebih aman.

apa kabar Nyit?.. lama nggak mampir sini saya. hehehe

Nyitnyit mengatakan...

mengucapkan banyak terima kasih kepada teman² yang telah berkunjung n meninggalkan jejak disini...makasih juga atas doa²nya.....

medan mengatakan...

Amin. Moga: sukses ya. Salam hangat

Poskan Komentar

Mohon maaf jika komentar yang shobat tulis harus saya moderasi, Namun saya mohon sudi kiranya untuk meninggalkan komentar di postingan saya ini....

 
Copyright 2009 Tarian Jemari. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase