Pages

Kamis, 14 April 2011

Di Ujung Jalan

Gambar diambil dari sini
Semburat awan merah mulai terlihat diujung langit. Burung-burung pipit telah kembali ke peraduannya. Bulan sabit samar tapi pasti mulai terlukis di langit jingga. Kuberdiri di sudut jalan ini menikmati keindahan dan kesunyian, perlahan kurasakan aliran darahku mengalir di setiap otot-otot tubuhku. Kunikmati keadaan sesaat ini membasuh seluruh ragaku mencari ketenangan yang telah lama tak kurasakan. Ogh..indahnya senja dan ketenangan ini!!! Inilah kenapa aku begitu jatuh cinta pada senja. Keindahan, ketenangan, keanggunanmu membawa kedamaian dalam sukmaku, bahkan ketika kupejamkan mata ini ku masih bisa menikmatimu.

Setelah sekian lama kurasakan senja ini, sang pangeran kegelapan mulai menampakkan diri, bayang bulang sabit yang terlukis dilangit senjapun hilang tergantikan dengan sang dewi bulan dengan ditemani sang peri bintang. Kumasih terpaku disudut jalan ini, taklagi kunikmati senja yang telah pergi karena tergeser oleh Sang Pangeran Kegelapan dan Sang Dewi Bulan berkuasa saat ini. Kucoba bertahan menikmati kesunyian ini, tapi tiba-tiba kurasakan hawa dingin mulai menusuk tulang-tulangku...agrhhh kenapa kau mengusik ketenanganku..!!!! kenapa tidak kau pergi saja meninggalkanku.....Inilah kenapa aku tak bisa jatuh cinta pada malam dan aku lebih memilih mencintai senja....

Perlahan kulangkahkan kakiku menapaki jalan ini ke peraduanku. Jangan khawatir senja aku tak akan melupakannmu aku akan setia denganmu dan akan selalu menunggumu...disini..diujung jalan ini...

Share

12 komentar:

pitzputz mengatakan...

senja yang ditingkahi gerimis satu-satu, itu yang lebih membuatku jatuh cinta mba... :-D

Gaphe mengatakan...

yaah koq nunggunya diujung jalan sih.. modal dikit napa, nunggu di cafe atau di lounge. *plaaak..

soal jatuh cinta, saya nggak bisa komen banyak siih Nyit. hehehe..

Arief Bayoe Sapoetra mengatakan...

Wah dari tulisannya melaskolis campur romantis...hehehehe:)

Hariyanti Sukma mengatakan...

Jangan biarkan aku menunggu terlalu lama ya ... hehhehehe...

Amy mengatakan...

sungguh indah terasa :D

Nyitnyit mengatakan...

hehehhehe itulah tulisan isengku...saat kejenuhan melanda..

muhJrs mengatakan...

enaknya ketemu senja dimana yak?? di teras rumah sambil nulis puisi kali yach..:))

Jeng Anna mengatakan...

intinya sedang nunggu seseorang yaaa...:)

Salam kenal ^__^

aslim mengatakan...

memang bagus banget suasana senja...apalagi kalau hari lagi cerah.....salam kenal....ya.....
kalau bis kunjung i blog saya. biar kita bisa share bersama......

Ay mengatakan...

nice post...tapi kalo aku lebih suka hujan :)

Irly mengatakan...

Nunggu di ujung jalannya jangan lupa bawa payung mbak..tuh Ay dah manggil hujan*pawang kaleee*hihih...

Nyitnyit mengatakan...

wah...ternyata banyak yang suka sama senja tapi ada juga yang suka dengan hujan....btw makasih buat shobat blogger semuanya yg sudi berkunjung ke blogku dan membubuhkan comment di postinganku...

Posting Komentar

Mohon maaf jika komentar yang shobat tulis harus saya moderasi, Namun saya mohon sudi kiranya untuk meninggalkan komentar di postingan saya ini....

 
Copyright 2009 Tarian Jemari. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase