Pages

Jumat, 18 Februari 2011

Kecelakaan



Cerita ini terjadi sudah 19 tahun yang lalu tepatnya ketika kami masih duduk di bangku SMP.  Aku sekolah di SMPN 3 Kota Madiun yang jaraknya sangat jauh dari rumahku yang berada di wilayah Kabupaten Madiun. Jarak tempuh dari rumah sampai sekolahan kira-kira 7 km. Untungnya banyak teman-temanku yang dari sekitar desaku yang sekolah di SMPN 3 Kota Madiun. Setiap hari pulang dan pergi ke sekolah kami tidak pernah diantar jemput oleh orang tua kami ataupun dengan jasa antar jemput lainnya.

Di hari itu seperti biasanya aku dan sepupuku barengan sepulang dari sekolah masing-masing dengan menaiki sepedanya sendiri. Oh iya sepupuku itu seorang laki-laki panggil aja  “Kris”. Jalan raya nampak ramai sekali dipadati oleh anak-anak sekolah yang kebetulan jam pulang sekolahnya sama, maka tak diragukan lagi kalau terjadi iring-iringan sepeda di sisi kiri jalan sangat panjang. Siang itu aku dan Kris mengayuh sepeda kami diantara iring-iringan sepeda temen-temen lainnya. Untuk mengurangi rasa panas dan capek aku dan Kris bersepeda sambil bercanda dan bercerita tentang peristiwa yang kami alami di sekolah tadi.

Karena asyiknya bercerita sepupuku teledor dalam mengayuh sepedanya. Tiba-tiba saja ada bunyi ”grubyak” oh my good...apa yang terjadi...? ternyata Kris sepupuku menabrak seorang nenek-nenek. Si nenek terjatuh terpelanting. Sepeda yang dikayuh Kris hilang keseimbangan....oleng....kesana kemari  dan akhirnya bisa berhenti kira-kira 2 m dari si nenek yang terjatuh karena di tabraknya tadi. Untungnya Kris sepupuku tidak sampai jatuh pula. Aku berhenti juga melihat peristiwa itu. Kepanikan dan ketakutan tersirat dalam wajah Kris dan aku.

Kami takut terjadi apa-apa dengan si Nenek yang tertabrak sepedanya Kris. Akhirnya kami memutuskan untuk menghampirinya untuk menolong dan meminta maaf atas ketelodaran kami. Ternyata si nenek ini tidak sendirian, ada seorang laki-laki tua yang juga menolongnya yang tidak lain ternyata adalah suaminya. Kami segera meminta maaf atas kecelakaan ini.

Namun tiba-tiba si nenek panik...” anuku..”.anuku....” sambil memegang kepalanya.  Aku dan Kris seketika itu pucat pasi takut bocor kepalanya si nenek.
Si kakekpun tak ketinggalan ikut panik ” ada..apa...” ada.. apa...”  kenapa kepalanya...???? di lihatnya kepala istrinya ternyata tidak ada yang tergores sedikitpun.
Si kakek bertanya kepada nenek ” apa yang kau rasakan...???
Si Nenek itu menjawab dengan ragu...”ITU PAK KONDEKU KOK NGGAK ADA KEMANA YA....?????
Aku dan Kris : ”Hah......!!!! (saling berpandangan)...ternyata si nenek mencari kondenya yang terjatuh sewaktu kecelakaan.
Kami bertiga (Aku,Kris,si Kakek) kebingungan mencari konde itu...dicari di sekitar kejadian tidak ada. Akhirnya aku berteriak ”ITU..............!!! semua menengok ke arah dimana telunjukku menunjukkan suatu tempat. Tahukan teman² kira-kira dimana konde itu...??? hayo tebak dimana....yang benar dapat bakwan jagung deh nanti...hehehehe.....

Jawabannya adalah....KONDENYA nyangkut di Stang / Stir (bahasa jawa) sepedanya Kris........dengan menahan senyum aku dan Kris mengambil konde itu dan menyerahkannya kepada si nenek. Mungkin karena malu dan memang kita salah juga si kakek sempat marah-marah kepada kami. Tapi sebenarnya kita gak salah juga lho teman-teman, masalahnya Kakek dan Nenek itu jalannya nggak di trotoar...tapi di pinggir jalan. Selain itu kalau berjalan berdua laki-laki  dan perempuan itu harusnya Laki-laki  di sebelah kanan ya...? coba kalau si Kakek yang berada diposisi terluar paling nggak KONDE nya si Nenek gak nyangkut di Stangnya sepupuku. Tapi kita salah juga sih karena kecerobohan kami merugikan orang lain.

Demikianlah para shobat cerita masa laluku bersama sepupuku Kris yang sampai saat ini masih terkenang karena kontroversionalnya....hahahaha...emang kontroversi ya...ciee kayak apa aja.....

Note :
1.      Jika berjalan di tepi jalan raya gunakanlah trotoar yang memang dipergunakan untuk jalan kaki (semoga trotoarnya tidak dipakai jualan ya...hehehe..)
2.      Jika Bersepeda di Jalan Umum jangan teledor.......
3.      Jika berjalan dengan pasangan anda...untuk yang co hendaknya disebelah kanan....(kecuali situasi yang tidak memungkinkan)

Share

6 komentar:

fizer0 mengatakan...

untung kepalanya gak ikut nyangkut.. hhe..:D


salam kenal..

Nyitnyit mengatakan...

yahhh jangan donk.. mz.... salam kenal balik ya..

catatan kecilku mengatakan...

Oalah... makanya to, kalau di jalan raya tuh jangan kebanyakan ngobrol dan becanda... :p

Kuyus is cute mengatakan...

hihi ... diatas bacanya serius serius, taunya ada cerita lucunya, kondenya nyangkut. haha, ini termasuk cerita komedi mbak.

ohya, titip pesan buat si nenek, lain kali kondenya lebih kenceng dijepit ya nek .. hahaha *bisa bisa makin dimarahin sama suaminya ya mbak* hahaha.

Salam kenal mbak. Maaf baru mampir ke blognya. ^.^

Nyitnyit mengatakan...

B.Reni► iya nieh bu rens...emang sembrono aku waktu itu......
Mb. Kuyus►yach..begitulah mbak makanya kontroversi...dibalik adanya musibah terselip kelucuannya tapi emang begitu adanya..peristiwanya mb....untungnya si nenek gak apa²..lha...skrng gak tahu dimana tu si nenek tinggal mbak...kejadian dah lama banget koq....wehehhehe...

Adjie Enterprise Shoting mengatakan...

hahahahahha. untung cuma kondeya buka anuya

Posting Komentar

Mohon maaf jika komentar yang shobat tulis harus saya moderasi, Namun saya mohon sudi kiranya untuk meninggalkan komentar di postingan saya ini....

 
Copyright 2009 Tarian Jemari. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase